Pemuda MTA Sukoharjo: Di sektor Mana Kamu Bergerak?

kajian-pemuda-sukoharjo“Setiap individu muslim memiliki kewajiban untuk meninggikan kalimat-kalimat Allah. Di saat hari kiamat nanti setiap inidividu akan di tanya di sektor mana kamu bergerak?”Begitulah sepenggal kalimat yang diungkapkan Ustad Sumadi dalam tauisahnya pada acara Pengajian Gabungan Pemuda MTA Se-Perwakilan Sukoharjo pada Senin (31/3). Kajian yang diselenggarakan di cabang Bendosari 3 ini dihadiri oleh ratusan  pemuda MTA dari seluruh cabang yang ada di Sukoharjo.

Dalam tausiahnya ustad Sumadi mengungkapkan bahwa kita sering beranggapan bahwa dengan bekerja mencari uang kemudian beribadah saja itu sudah cukup. Anggapan tersebut sangat keliru menurutnya. Ia mengungkapkan, “Bekerja itu hanya sebatas kewajiban mengisi perut, beribadah itu sudah kewajiban sebagai manusia, keduanya belum termasuk memperjuangkan agama Allah.”

Ia mencontohkan beberapa tokoh seperti: Imam Bukhori dan Imam Muslim yang mendedikasikan diri pada ilmu hadist, Salahudin Al-Ayyubi seorang panglima yang berjuang melalui perang, Umar bin Abdul Aziz sang khalifah yang mensejahterakan rakyatnya, serta para pedagang dari Gujarat yang berjuang mengarungi lautan untuk bedakhwah ke Indonesia, semua mendedikasikan diri untuk meninggikan kalimat-kalimat Allah. Menurutnya, para tokoh tersebut tidak semata berorientasi untuk urusan duniawi namun juga memperjuangkan agama Allah melalui jalan yang sesuai dengan kemampuan yang mereka miliki.

“ Para tokoh tersebut sudah punya jawaban jika ditanya untuk apa hidupmu, bagaimana dengan kita ? maka dari itu berbuatlah sesuatu untuk agamamu, sehingga kita punya jawaban saat ditanya diakhirat kelak”, tambahnya.

kajian-pemuda-sukoharjo

Memperhatikan – Ratusan pemuda MTA se-Sukoharjo memperhatikan tausiah oleh ustad Sumadi dalam acara Pengajian Gabungan Pemuda MTA se-perwakilan Sukoharjo pada  Senin (31/3).

Senada dengan hal tersebut Prima Yustana selaku ketua pemuda MTA Sukoharjo menyerukan supaya pemuda MTA Sukoharjo untuk ambil bagian dalam perjuangan dakwah disektor yang sesuai kemampuan masing-masing. Menurutnya, sekecil apapun bagian yang diambil muaranya sama yaitu membantu perjalanan dakwah dan menguatkan jama’ah.

“Kita sudah punya wadah jama’ah, mari kita ambil bagian, sekecil apapun, mari kita kuatkan yang kita punya, salah satunya cara yang dengan pengajian kajian seperti ini”, pungkasnya. (Faatih HM)

Social Share Toolbar

Tulisan ditulis di Berita Umum, Featured Post. Bookmark permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *