YANG PALING BERAT DALAM AGAMA

Saudaraku yang dirahmati Allah SWT,

Suatu ketika Rasulullah SAW sedang duduk bersama para sahabat. Tiba-tida datang seorang laki-laki dari penduduk ‘Aliyah lalu bertanya kepada rasulullah SAW:

“Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku tentang sesuatu yang paling berat di dalam agama ini maupun yang paling mudah”. Kemudian Nabi SAW bersabda : “Yang paling mudah ialah mengucapkan syahadat bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya. Adapun yang paling berat wahai saudara dari ‘Aliyah, ialah amanat. Sesungguhnya tidak ada agama bagi orang yang tidak amanat, tidak shalat dan tidak zakat”. [HR. Al-Bazzar]

Saudaraku yang dirahmati Allah SWT,

Dari sabda Rasullah SAW tersebut ternyata urusan yang paling berat dalam agama ini adalah amanat, bahkan dalam hadist tersebut Rasul sebutkan tidak ada agama atau tidak sempurna agama bagi seorang yang tidak bisa menunaikan amanat. Hingga bisa saja kita mendabik diri kita sebagai orang Iman, orang Islam, orang yang sholat bahkan orang yang berzakat, tetapi jikalau diri kita tidak bisa menjaga amanat, maka tiada gunalah guna pengakuan kita  Oleh karena itu menunaikan amanat mendapatkan tempat yang tinggi pada diri seorang mukmin. Coba perhatikan firman Allah SWT berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.”(QS Al Anfaal:27)

Ketiadaan amanat pada diri kita, niscaya akan menjatuhkan diri kita pada perilaku orang-orang munafik, yang salah satu indikatornya adalah berkhianat ketika diberi amanat.

Saudaraku yang dirahmati Allah SWT,

Barangkali pada saat ini kita menjadi orang yang sedang menerima amanat, apakah amanat kedudukan, amanat harta, atau amanat-amanat yang lain. Marilah kita tengok diri kita masing-masing tentang urusan amanat yang dipikulkan kepada kita. Karena ternyata urusan amanat ini sangat menentukan kualitas nilai Iman dan Islam kita.  Sudahkan kita tunaikan amanat tersebut dengan baik atau malah kita khianati amanat-amanat tersebut karena godaan nafsu dan kepentingan diri kita. Memang berat menjaga Amanat, tetapi bagi orang yang sanggup menunaikan amanat-amanat yang dipikulnya, Allah SWT gembirakan dengan Surga Firdaus yang mereka kekal di dalamnya.

Wallahu a’lam bi shawab.

Social Share Toolbar

Tulisan ditulis di Opini, Rubrik, Uncategorized. Bookmark permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *